MEMBUAT NUTRISI TANAMAN SKALA RUMAH TANGGA
| Kebun sayur Desa Muara Madras (MA, 2019) |
1 kg bahan segar dipotong-potong kemudian dicampur dengan irisan 1 kg gula merah. Kemudian masukkan campuran ini ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian, lalu tutup dengan kertas dan ikatlah dengan karet, setelah selama 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asalkan penyimpanannya tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke stoples tersebut).
2. Sumber Phospor:
a. Tulang Sapi/babi/kambing (dibakar dulu menjadi
Arang)
Cara
membuat :
1 kg arang tulang dimasukkan pada 3 liter air cuka alami (dalam stoples transparan). Kira-kira 1/3 bagian kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet. Setelah 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa digunakan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
b. Rebung bamboo, jantung pisang.
Cara
membuat:
1 kg bahan dipotong-potong kecil, lalu campurkan dengan 1 kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutuplah stoples dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
3. Sumber Kalium :
a. Batang Tembakau atau batang bamboo muda (dibuat arang dahulu)
Cara membuat :
1 kg arang batang tembakau dimasukkan ke dalam stremin plastik dan ditaruh ke dalam 3 liter air laut (dalam stoples transparan) kira-kira 1/3 bagian, kemudian tutup dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu dibiarkan berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
b. Pisang mentah, batang pisang
Fungsi : Untuk pertumbuhan, masa pembungaan, masa hamil
Cara
membuat :
1 kg buah pisang mentah dipotong-potong kecil, lalu campurkan dengan 1 kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutuplah stoples dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
4. Sumber Calsium : Cangkang Telur (disangrai dahulu)
Cara membuat :
Masukkan 1 kg cangkang telur ke dalam 3 liter cuka alami (dalam stoples transparan) kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asalkan penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
5. Sumber Zat Besi (unsur mikro) : Kangkung
Cara membuat
1 kg Kangkung segar dipotong-potong kecil, lalu campur dengan ½ kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup stoples itu dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
6. Sumber Mangan (Unsur Mikro): Seledri
Cara membuat :
1 kg Seledri segar dipotong-potong kecil, lalu campur dengan ½ kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup stoples tersebut dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
7. Sumber Calsium: Pepaya, Nenas, Pisang
Fungsi : Membantu fotosintesis, pemanis buah dan buah warnanya cerah
Cara membuat :
2 kg pepaya masak dipotong-potong kecil, lalu campur dengan ½ kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Tutuplah stoples tersebut dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah 1 minggu berfermentasi larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).
8. Pencegah Hama Penyakit : Bawang Putih, Jahe, Kunyit
Cara membuat :
1 kg bahan dipotong-potong kecil, kemudian campurkan dengan 1 kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup stoples dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu ditambahkan alkohol 30% kira-kira sampai 2/3 bagian dan selanjutnya bisa diaplikasikan. Larutan ini bisa ditambahkan alkohol terus sampai 5 kali.
Untul sumber dan teknik pembuatanya sudah saya jelaskan secara lengkap diatas, dijelaskan secara gampang agar mudah untuk dipraktekkan dalam pembuatanya. Lalu bagaiamana cara pemakaiannya atau mengaplikasikan ke tanaman, berikut ini akan saya jelaskan secara gampang pula supaya mudah dipraktekkan pengaplikasian ke tanaman dengan mempertimbangkan syarat-syarat agar pemakaiannya lebih maksimal.
CARA PENYEMPROTAN :
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, penyemprotan harus mempertimbangkan:
- Cuaca
pada saat aplikasi (mendung atau cerah). Apabila mungkin akan turun hujan
sebaiknya jangan dulu dilakukan penyemprotan.
- Waktu
penyemprotan yang paling efektif adalah setelah jam 3 sore, karena sejak
pagi hingga jam 3 sore, tanaman sedang bekerja memuat makanan dan proses
fotosintesis, kemudian setelah jam 3 tanaman menyimpan makanan. Jadi waktu
yang paling tepat adalah setelah jam 3 sore.
KEBUTUHAN NUTRISI SETIAP FASE TANAMAN SAYURAN :
|
Umur/Fase |
Nutrisi |
Cara Aplikasi |
|
Minggu
I |
N 3 sendok, P 1 sendok, K 1 sendok,
Jahe, 1 sendok |
Nutrisi
dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu
semprotkan |
|
Minggu
II |
N 3 sendok, P 2 sendok, K 1 sendok,
Jahe, 1 sendok |
Nutrisi
dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu
semprotkan |
|
Minggu
III |
N 3 sendok, P 3 sendok, K 1 sendok,
Jahe, 1 sendok |
Nutrisi
dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu
semprotkan |
|
Minggu
IV |
N 1 sendok, P 2 sendok, K 3 sendok,
Jahe, 1 sendok |
Nutrisi
dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu
semprotkan |
|
Sumber
Pupuk N dari bonggol pisang atau keong atau putri malu Sumber
Pupuk P dari rebung bambu atau jantung pisang Sumber
Pupuk K dari pepaya matang atau pisang matang atau nenas matang |
||



.jpg)
lanjutkan
BalasHapus