MEMBUAT NUTRISI TANAMAN SKALA RUMAH TANGGA


 

        Jika kamu mengidamkan untuk memiliki kebun sayuran sendiri, sekarang lah saat untuk mewujudkannya. Memulai kebun sayuran tak harus memiliki tempat yang luas, bahkan kamu bisa memulainya di dalam ruangan, pekarangan rumah atau kalau punya uang berlebih bisa di desain lebih menarik dengan sistem hidroponik (tentu butuh banyak biaya), tapi untuk memenuhi kebutuhan keluarga tidak usak repot-repot seperti itu lahh..
            Nah, untuk saat ini saya tidak membahas tentang model berkebunnya ya..menurut saya, berkebun skala rumah tangga itu yang penting bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga sendiri syukur-syukur tetangga bisa mencicipi hasil kebun kita itu lebih seru. Tapi yang paling penting diperhatikan dalam berkebun atau bercocok tanam yaitu tentang kebutuhan nutrisi tanaman supaya bisa tumbuh dengan hasil maksimal dan yang paling untuk skala konsumsi yaitu SEHAT..
          Secara ilmiah, tanaman sama halnya dengan manusia juga membutuhkan makanan atau nutrisi untuk hidup. ketersediaan nutrisi dalam tanah menjadi penting untuk semua fase pertumbuhan tanaman yang akan diserap oleh akar. Kerja akar untuk memastikan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tersedia dan bisa diolah sesuai kebutuhan, fungsi akar seperti ini biasanya disebut dengan selektif permeabel  (tidak semua sumber nutrisi dalam tanam diserap oleh akar, tetapi sesuai dengan kebutuhan.
Kebun sayur Desa Muara Madras (MA, 2019)

            Tanaman sayuran membutuhkan nutrisi yang bersifat makro dan mikro. Nutrisi makro yang dibutuhkan tanaman sayuran adalah Nitrogen (N), Posfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Karbon (C), Oksigen (O) dan Hidrogen (H). Sedangkan nutrisi mikro yang dibutuhkan tanaman sayuran adalah Besi (Fe), Klor (Cl), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu) dll.
            Untuk kita sebagai petani skala konsumsi, kebutuhan nutrisi sayuran ini sebenarnya bisa kita produksi sendiri  dari bahan yang ada disekitar kita ramah lingkungan dan sehat, tanpa harus membeli dan mengeluarkan biaya lagi.
            Saya akan menguraikan sumber dan teknik pembuatan nutrisi tanaman untuk sayuran yang sekiranya bisa terjangkau dan mudah dipahami oleh pemula, yang paling penting dari semua proses ini membutuhkan stoples kaca transparan ya..

Sumber dan Teknik Pembuatan Nutrisi Tanaman 

Proses produksi nutrisi tanaman (MA, 2017)

1. Sumber Nitrogen : Ikan (laut atau air tawar), daun-daunan hijau yang mudah layu

    Cara membuat:
       1 kg bahan segar dipotong-potong kemudian dicampur dengan irisan 1 kg gula merah. Kemudian masukkan campuran ini ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian, lalu tutup dengan kertas dan ikatlah dengan karet, setelah selama 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asalkan penyimpanannya tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke stoples tersebut).

2. Sumber Phospor: 

a.      Tulang Sapi/babi/kambing (dibakar dulu menjadi Arang)

       Cara membuat :

    1 kg arang tulang  dimasukkan pada 3 liter air cuka alami (dalam stoples transparan). Kira-kira 1/3 bagian kemudian ditutup dengan kertas dan diikat dengan karet. Setelah 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa digunakan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).

b.      Rebung bamboo, jantung pisang.

       Cara  membuat:

        1 kg bahan dipotong-potong kecil, lalu campurkan dengan 1 kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutuplah stoples dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut). 

3. Sumber Kalium :

a.      Batang Tembakau atau batang bamboo muda  (dibuat arang dahulu)

      Cara membuat :

        1 kg arang batang tembakau dimasukkan ke dalam stremin plastik dan ditaruh ke dalam 3 liter air laut (dalam stoples transparan) kira-kira 1/3 bagian, kemudian tutup dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu dibiarkan berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).

b.      Pisang mentah, batang pisang

       Fungsi             : Untuk pertumbuhan, masa pembungaan, masa hamil

       Cara membuat :

            1 kg buah pisang mentah dipotong-potong kecil, lalu campurkan dengan 1 kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutuplah stoples dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut). 

4. Sumber Calsium : Cangkang Telur (disangrai dahulu)

         Cara membuat :

             Masukkan 1 kg cangkang telur ke dalam 3 liter cuka alami (dalam stoples transparan) kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asalkan penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).

5. Sumber Zat Besi  (unsur mikro) : Kangkung

          Cara membuat 

            1 kg Kangkung segar dipotong-potong kecil, lalu campur dengan ½ kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup stoples itu dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu difermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut).

6. Sumber Mangan (Unsur Mikro): Seledri

    Cara membuat :

        1 kg Seledri segar dipotong-potong kecil, lalu campur dengan ½ kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup stoples tersebut dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu berfermentasi, larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut). 

7. Sumber Calsium:  Pepaya, Nenas, Pisang

    Fungsi : Membantu fotosintesis, pemanis buah dan  buah warnanya cerah

    Cara membuat :

         kg pepaya masak dipotong-potong kecil, lalu campur dengan ½ kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Tutuplah stoples tersebut dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah 1 minggu berfermentasi larutan ini sudah bisa diaplikasikan. Larutan ini dapat bertahan hingga 1 tahun asal penyimpanan tidak terkena sinar matahari langsung (sebaiknya ditaruh di dalam tanah, tetapi tetap harus ada lubang untuk oksigen yang masuk ke dalam stoples tersebut). 

8. Pencegah Hama Penyakit : Bawang Putih, Jahe, Kunyit

    Cara membuat :

        1 kg bahan dipotong-potong kecil, kemudian campurkan dengan 1 kg gula semut/gula merah dan masukkan ke dalam stoples transparan kira-kira 1/3 bagian. Kemudian tutup stoples dengan kertas dan ikat dengan karet. Setelah selama 1 minggu ditambahkan alkohol 30% kira-kira sampai 2/3 bagian dan selanjutnya bisa diaplikasikan. Larutan ini bisa ditambahkan alkohol terus sampai 5 kali. 

           Untul sumber dan teknik pembuatanya sudah saya jelaskan secara lengkap diatas, dijelaskan secara gampang agar mudah untuk dipraktekkan dalam pembuatanya. Lalu bagaiamana cara pemakaiannya atau mengaplikasikan ke tanaman, berikut ini akan saya jelaskan secara gampang pula supaya mudah dipraktekkan pengaplikasian ke tanaman dengan mempertimbangkan syarat-syarat agar pemakaiannya lebih maksimal.

CARA PENYEMPROTAN :

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, penyemprotan harus mempertimbangkan:

  • Cuaca pada saat aplikasi (mendung atau cerah). Apabila mungkin akan turun hujan sebaiknya jangan dulu dilakukan penyemprotan.
  • Waktu penyemprotan yang paling efektif adalah setelah jam 3 sore, karena sejak pagi hingga jam 3 sore, tanaman sedang bekerja memuat makanan dan proses fotosintesis, kemudian setelah jam 3 tanaman menyimpan makanan. Jadi waktu yang paling tepat adalah setelah jam 3 sore.
            Seperti yang saya jelaskan diatas, kebutuhan tanaman akan nutrisi yang dibawa akar dari tanah tidak semua nutrisi diserap sekaligus tapi berdasarkan kebutuhan sesuai fase pertumbuhan. Dibawah ini akan dijelaskan kebutuhan tanaman berdasarkan fase pertumbuhan tanaman dan cara aplikasinya.

Proses produksi nutirisi (MA, 2016)

  KEBUTUHAN NUTRISI SETIAP FASE TANAMAN  SAYURAN :

Umur/Fase

Nutrisi

Cara Aplikasi

Minggu I

N 3 sendok, P 1 sendok, K 1 sendok, Jahe, 1 sendok

Nutrisi dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu semprotkan

Minggu II

N 3 sendok, P 2 sendok, K 1 sendok, Jahe, 1 sendok

Nutrisi dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu semprotkan

Minggu III

N 3 sendok, P 3 sendok, K 1 sendok, Jahe, 1 sendok

Nutrisi dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu semprotkan

Minggu IV

N 1 sendok, P 2 sendok, K 3 sendok, Jahe, 1 sendok

Nutrisi dicampur jadi satu, lalu ambil 1 sendok tambahkan 1 ember air, lalu semprotkan

Sumber Pupuk N dari bonggol pisang atau keong atau putri malu

Sumber Pupuk P dari rebung bambu atau jantung pisang

Sumber Pupuk K dari pepaya matang atau pisang matang atau nenas matang                                    


            Demikian sudah saya jelaskan tentang nutrisi tanaman dengan sangat detil sehingga mudah dimengerti dan dipraktekkan oleh siapapun yang mau mencoba. Kiranya bermanfaat untuk kita semua dan selamat mencoba............salam lestari dan sehat!!! 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer