Menentukan Garis Kontur : Pembuatan Model Terasering (Teras Sisik)
![]() |
| Tim Arsitektur Alam Bebas (MA, 2016) |
Konservasi lahan kemiringan adalah upaya untuk mengatasi degradasi tanah dan air di lahan kemiringan, terutama untuk lahan pertanian dan perkebunan. Salah satu metode konservasi lahan kemiringan yang dapat dilakukan adalah dengan membuat terasering.
Terasering adalah metode konservasi tanah dan air yang dilakukan dengan membuat teras-teras untuk mengurangi panjang lereng. Ada beberapa manfaat terasering untuk lahan pertanian, antara lain :
- Mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan tanah
- Meningkatkan fungsi penyerapan air
- meningkatkan kemampuan bercocok tanam dan proktivitas lahan
- Mencegah erosi dan degradasi lahan dengan mengurangi pembentukan alur
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan terasering yaitu menetukan garis kontur (kemiringan), terasering yang baik adalah struktur teras yang dibuat searah dengan garis kontur bukan membelah kontur. Berikur akan dijelaskan secara detil cara menetukan garis kontur.
MENENTUKAN GARIS KONTUR MENGGUNAKAN JANGKAR
Garis kontur adalah garis-garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama diatas suatu bidang. Garis kontur saling melingkari dan tidak saling berpotongan. Menetukan garis kontur sangat penting ddalam upaya konservasi lahan pada bidang kemiringan. Banyak kasus terjadi longsor pada upaya konservasi lahan karena tidak mengikuti/searah garis kontur yang justru membelah garis kontur.
Arsitek Alam kami menamakan diri kami, melukis bukit dengan kemiringan yang terjal supaya bisa diolah secara maksimal untuk budidaya pertanian dengan tujuan untuk mengurangi resiko terjadi erosi dan degradasi lahan. Laju air permukaan akan berkurang dengan melakukan salah satu upaya konservasi lahan.
Ada beberapa cara menentukan garis kontur, bisa menggunakan rumus skala interval dengan menghitung angka-angka yang sudah dikumpulkan dari lapangan. Namun, ada cara cepat untuk menentukan kontur alam dengan menggunakan alat yang sederhana dengan menggunakan jangkar yang terbuat dari bambu. Alat ini sangat mudah dibuat oleh siapapun dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal.
Untuk menentukan kontur alam menggunakan jangkar, alat perlu dirakit terlebih dahulu dari bambu sehingga jangkar sudah membentuk huruf "A" seperti gambar diatas, pada bagian kayu pelintang tentukan garis tengah yang membagi lebar jangkar dengan ukuran yang sama yang kita sebut sebagai "As tengah" dan nantinya posisi pemberat pada waktu menentukan kontur dilapangan berada di posisi garis tengah yang menandakan posisi garis kontur alam.
![]() |
| Desain jangkar bambu |
Cara menggunakan jangkar untuk menentukan posisi garis kontur dilapangan adalah jangkar diposisikan tegak lurus pada bidang kemringan tanah, apabila posisi tali pemberat sudah berada tepat pada titik bagian tengah jangkar artinya sudah menunjukkan posisi garis kontur, kemudian ditandai dengan menggunakan kayu sebagai pancang, kemudian posisi jangkar diletakkan pada bagian kayu pancangan tadi untuk menentukan garis kontur selanjutnya.
![]() |
| Pemasangan kayu pancang garis kontur |
Setelah semuan ditandai menggunakan pancang kayu, lalu tarik dan ikat tali pada semua pancang maka akan membentuk garis kontur.
![]() |
| Posisi garis kontur |
Untuk membuat struktur teras, maka ditentukan garis kontur berikutnya terlebih dahulu. Struktur teras/bidang olah tersering berada diantara 2 (garis kontur) yang searah.
![]() |
| Struktur teras sisik |
Secara praktek dilapangan, petani di Kab. Kerinci sudah lama mengenal sistem mengolah tanah menggunakan metode tersering yaitu teras bangku. Namun metode Teras Sisik ini dikembangkan pada tahun 2016 di Desa Sungai Hangat, Kec. Gunung Raya, Kab. Kerinci dan menjadi model pertama untuk budidaya tanaman jeruk pada kemiringan tanah 65 derajat. Struktur teras/bidang olah tanah disesuaikan dengan ukuran jarak tanam ideal tanaman jeruk.
Model teras sisik ini bisa dikombinasikan dengan model teras lainnya seperti teras bangku. Teras sisik digunakan untuk budidaya tanaman jeruk dan teras bangku bisa digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura.
Dokumen kegiatan pembuatan teras sisik di Kab. Kerinci tahun 2016 :
.jpg)
.jpg)
%20-%20Copy.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)








Komentar
Posting Komentar