MAK JOSE

 

Mak Jose


    
    Jam sudah menunjuk pukul 07.45 WIB pagi, saya sudah berada di depan Kantor Kepala Desa Pematang Lumut, Kec. Betara, Kab. Tanjung Jabung Barat. hari inikami akan melakukan kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan BUMDes Karaya Bhakti Bersama Desa Pematang Lumut. Karena tidak mau kedahuluan oleh peserta pelatihan, saya menyempatkan berangkat lebih awak ke lokasi acara.

            Tampak kantor desa masih tertutup belum dibuka oleh petugas, karena jam masuk kantor disini adalah 08.30 WIB. saya memarkirkan kendaraan motor di depan kantor desa sembari menunggu petugas datang membuka kantor. Selang beberapa menit kemudian, nampak dari jauh orang yang saya kenal mendekat ke arah saya, rupanya ketua BUMDes Bang Dullah  menghampiri saya dengan senyum ramahnya sembari menanyakan perihal kedatangan saya dengan logat khas Banjar-nya : "jam berape nyampenya Bang? sayapun menjawab "barusan Bang". Bang Abdullah dengan sapaan akrabnya sehari-hari ini adalah ketua BUMDes Karya Bhakti Bersama Desa Pematang Lumut, saya sudah mengenal beliau kurang lebih 5 bulan yang lalu karena kebetulan ada kerjsama Mitra Aksi dengan BUMDes untuk pengelolaan sampah terpadu di desa yang dikembangkan untuk usaha Budidaya Maggot dan ternak lele. setelah berbincang sebentar, beliaupun pamit ke saya untuk membuka aula ruang pertemuan.

        Saya mengeluarkan rokok dari dalam kantong celana dan menyalakan korek gas untuk menghidupkan rokok saya sebagai teman saya menunggu peserta hadir, lumayan nikmat rokok yang saya hisap, udara masih dingin karena hujan yang mengguyur sangat lebat pagi tadi. Sekian lama menunggu, datang ibu-ibu bersepada motor yang berperawakan kurus dan orangnya tidak terlalu tinggi memakai sepatu olah raga dan celana panjang mengahmpiri saya lagi lalu bertanya " Pak, sudah ada yang datang untuk pertemuan hari ini?. dari logatnya saya sudah bisa menebak kalau ibu ini pasti dari Medan, sayapun sambil mematikan rokok menjawab pertanyaan ibu itu : "Belum buk, sebentar lagi pasti datang". Nampak raut kecewa diwajahnya sambil berkata "Aish..malaslah kalau jam karet terus indonesia ini, janji jam delapan pasti mulainya jam sembilan". Beliaupun bergegas menghidupkan motornya lagi dan pamitan ke saya mohon izin tinggal sebentar untuk menjeput temannya yang sudah berjanji hadir hari ini.

            Sekian menit berlalu, tampak banyak ibu-ibu yang sudah hadir di aula pertemuan dan mengisi daftah hadir peserta pertemuan. karena peserta sudah hadir, kami memulai pertemuan yang dibuka oleh teman saya Edo Kurnianto, kami mendengar beberapa arahan yang disampaikan oleh Pak Kades melalui ketua BUMDes Bang Abdullah. saya mendapatkan bagian penyampaian materi setelah arahan dari Bang Abdullah.

            Materi yang saya sampaikan adalah tujuan didirikannya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam kegiatan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui unit usahanya, BUMDes bisa bekerjasama dengan pihak lain yang ada di desa atau pihak luar desa (pihak ketiga). Target acara hari ini adalah BUMDes akan bekerjasama dengan PKK Desa Pematang Lumut untuk kegiatan pengelolaan sampah terpadu secara terintegrasi. sesuai dengan rencana desa untuk pengembangan taman PKK yaitu pengembangan tanaman sayuran dan hortikultura.

            Saya juga menjelaskan 10 Program Pokok PKK, bahwa terjemahan dari program pokok tersebut adalah PKK berperan penting dalam mensejahterakan masyarakat dan melestarikan lingkungan hidup.

            Model kerjsama yang ditawarkan adalah ibu-ibu PKK dari usaha budidaya tanaman sayuran dan  hortikulturanya, hasil produknya akan dipasarkan oleh BUMDes di etalase yang sudah disiapkan di pasar. pupuk yang digunakan untuk budidaya tanaman tadi akan diolah secara bersama-sama antara ibu-ibu PKK, BUMDes dan tim pendamping Mitra Aksi dari sampah-sampah organik rumah tangga yang sudah dipilah dan dipisahkan untuk pakan maggot dan bahan pembuatan pupuk, sampah anorganik yang tidak bisa diolah akan diangkut langsung ke TPA oleh unit usaha BUMDes Pengelolaan Sampah Desa.

            Selesai menyampaikan materi dan menentukan model kerjsama antara BUMDes dan PKK, saya langsuung memfasilitasi peserta untuk membuat kesepakatan belajar bersama yang akan dilakukan di lahan belajar. Sekolah Lapang Pengelolaan Sampah Terintergrasi menjadi pendekatan yang kami lakukan dalam kegiatan ini, yang namanya sekolah pasti ada kurikulum belajarnya, kurikulum ini disusun dari permasalahan yang kita temuai di desa  tentang ppermasalahan sampah di desa dan Sekolah Lapang inilah tempat kita belajar bersama-sama memecahkan masalah dan mencari alternatif lain pemanfaatan sampah untuk meningkatkan kesejahteraan.

            Setelah beberapa lama diskusi dengan peserta, disepakati bersama untuk kegiatan yang akan dilakukan di sekolah lapang, dan terpilihlah ibu yang pertama kali saya jumpai sbelum acara dimulai. Mak Jose panggilan ibu tersebut, wanita dengan penampilan yang energik ini ternyata selalu telibat aktif di semua kegiatan PKK di Desa Pematang Lumut, beliau kader PKK yang pernah mengikuti lomba PKK tingkat kecamatan dan Desa Pematang Lumut mendapat juara II lomba PKK tingkat Kecamatan Betara tahun 2020.

                Peserta semua mempersilahkan Mak Jose untuk menyampaikan arahannya untuk kegiatan yang akan kita lakukan, dengan penuh kepercayaan diri beliau maju didepan peserta lainnya dan dengan pidato singkatnya mengucapkan terima kasih sudah menunjuk beliau sebagai ketua kelas dan mengajak ibu-ibu PKK lainnya untuk terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mak Jose memiliki gaya komunikasi yang baik, candaan selalu diselipkannya dalam pidato seriusnya sehingga suasana pelatihan menjadi lebih "hidup" dengan tawa peserta lainnya.

Mak Jose menyampaikan arahan ke peserta pelatihan

                Akhir dari pidatonya, Mak Jose berpesan ke anggota PKK " kegiatan ini bisa berjalan tentu dari dukungan dan kerjasama kita semuanya, yang penting kita saling percaya antar anggota jangan ada saling mencurigai. Baru pertama kali kita didampingi dalam waktu yang lama, jangan kita sia-siakan kesempatan ini, mudah-mudahan bisa menambah ilmu untuk kita dan PKK kita makin maju" serentak peserta lain menanggapi harapan Mak Jose dengan mengatakan "Amin" dan Mak Jose mengakhiri pidato kenegaraannya dan langsung menandatangin kontrak kesepakatan belajar antara BUMDes, PKK dengan Pendamping dari Mitra Aksi yang akan di lakukan di Sekolah Lapang.

Penandatanganan Kontrak Belajar



 

 

Komentar

Postingan Populer