Traditional Farming

 Traditional Farming

Kegiatan "Nugal" Padi Ladang (MA-Renah Pelaan, 2020)

Pertanian tradisional adalah pertanian yang akrab dengan lingkungan karena tidak memakai input kimia, alat produksinyapun juga sederhana dengan artian bisa dibuat sendiri dan apabila rusak bisa diperbaiki sendiri (tepat guna bahasa kerennya) dan biasanya ciri dari pertanian sederhana adalah pengerjaan lahannya juga dilakukan secara gotong royong.

Di beberapa daerah di Jambi masih kita jumpai alat-alat sederhana yang digunakan didalam bercocok tanam terutama digunakan untuk menanam jenis biji-bijian seperti jagung, kacang, padi dll. alat-alat pertanian ini biasanya mereka buat sendiri baik secara secara sederhana maupun di pesan khusus pada "seniman" alat pertanian. saya menyebutkan seniman alat pertanian karena bisa membuat alat pertanian sederhana menjadi berpenampilan menarik seperti membuat gagangan parang dengan ukiran yg sangat menarik... 

Di Renah Pelaan contohnya salah satu desa di Kec. Jangkat Kab. Merangin, ada beberapa alat pertanian tradisonal yang masih digunakan sampai saat ini :

1. Tugal
    Tugal adalah suatu alat yang digunakan untuk menanam padi khususnya padi ladang (dataran tinggi) yang terbuat dari bambu atau kayu yang pada bagian bawahnya diruncingkan dengan tujuan untuk memudahkan dalam membuat lubang tanam sedang pekerjaannya disebut dengan "Nugal'.

Pak Mbo sedang memegang Tugal

2. Tuai 
    Tuai adalah yang digunakan untuk memanen padi yang terbuat dari kayu berbetuk segi empat dan bagian depannya dipasang mata pisau untuk memotong tangkai bulir padi dan dipasang gagang kecil. bagian ujung gagang dibuat runcing atau tipis dengan tujuan untuk mempermudah menyelipkannya di batang padi.  
Alat Tuai (google browsing, 2021) karena gak punya foto asli hehe... 

3. Jangki (Kiding)
    Jangki (Kiding) alat atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk bulat/persegi digunakan sebagai wadah benih padi waktu menanam padi dan panen padi. ada beberapa ukuran Jangki mulai dari yang kecil biasanya digunakan untuk wadah benih dan yang besar biasanya digunakan untuk hasil panen padi. setiap ukuran berbeda pula penamaannya bagi penduduk setempat, yang besar biasanya dinamakan Jangki dan yang kecil dinamakan kiding (not just kidding ya..) 
gambar Mak Wo sedang "menggendong" kiding

4. Tajak 
    Tajak / Parang Tajak biasanya digunakan untuk untuk membersihkan rumput/gulma pada tanaman dan terbuat dari besi. ada beberapa bentuk tajak mulai dari yang bergagang panjang ataupun pendek.
Tajak untuk membersihkan rumput (Muara Madras, 2019)

5. Cangkul 
    saya kita semua tau kan cangkul itu apa ya...biasanya digunakan untuk mengolah lahan dan ada juga yang menggunakannya untuk menggali tanah mencari cacing sebagai umpan pancing hahaha dan masih banyak kegunaan lainnya..
Mak Ngah sedang menaikkan tanah pematang cabe 


6. Arit (sabit)
    Biasanya digunakan untuk panen padi dan rumput pakan ternak
Arit (google browsing, 2021 tuh masak mereknya)

Itulah beberapa alat petani tradisional sampai ini masih kita temukan di beberapa daerah di Jambi dan kesemua alat ini petani bisa membuatnya sendiri dan bisa memperbaiki sendiri. berbeda dengan alat-alat pertanian konvensional (modern) yang banyak digunakan saat ini, ketika rusak petani harus memperbaikinya di bengkel khusus dan mengeluarkan biaya tinggi..

Mungkin masih ada alat-alat pertanian tradisional lainnya yang belum termasuk disini, jangan marah ya...mungkin penulis masih kurang jauh jalannya hehe..

terima kasih sudah mengunjungi blog kami, kritik dan saran sangat diharapkan untuk motivasi penulis dalam membuat tulisan... 

Komentar

Postingan Populer