DESA RAMAH SAMPAH

Mengolah Sampah menjadi Berkah

Permasalahan mengenai sampah merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak dan warga sekitar, karena untuk saat ini sampah masih menjadi persoalan serius dalam hal penanganannya. Padahal jika dilihat dari dampak yang pasti terjadi dalam masyarakat jika penanggulangan sampah tidak ditangani dengan baik akan berimbas pada menurunnya kualitas kehidupan, pencemaran lingkungan dan menurunnya kualitas kesehatan warga masyarakat.

Pengelolaan sampah yang masih menggunakan paradigma lama yaitu semua sampah rumah tangga, pasar dan industri lainnya diangkut dan ditimbun di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) masih menimbulkan permasalahan yang serius. Pemerintah daerah harus menyediakan lahan untuk lokasi TPA belum lagi permasalahan pencemaran lungkungan akibat sampah yang menumpuk.

Zero Waste Management yang sebagai upaya untuk mengurangi sampah dunia masih salah diterjemahkan. Konsep ini bukan bertujuan untuk “meniadakan” sampah di dunia, tapi lebih pada perubahan perilaku, sikap, kebijaksanaan dan kreativitas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa bertanggung jawab terhadap lingkungan, antara lain memilah dan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organic bisa diolah dan diuraikan menjadi pupuk dan sumber pakan dalan budidaya maggot dari larva Lalat BSF “Black Soldier Fly” (Hermetia illucens) yang mengandung protein tinggi sebagai bahan pakan ternak dan budidaya ikan.

Pengalaman menarik yang dilakukan oleh kawan-kawan BUMDes “Karya Bakti Bersama” Desa Pematang Lumut Kec. Betara Kab. Tanjung Jabung Barat yang didampingi Yayasan Mitra Aksi Jambi kerjasama BP-Migas cq. Petrochina Jabung Int.Ltd, dengan manajemen sampah desanya, melakukan kegiatan budidaya Maggot yang diintegrasikan dengan budidaya lele dan budidaya sayur organik yang pupuknya dari limbah padat media pembesaran maggot.

Pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai pakan maggot (MA, 2021)
Panen organik pemanfaatan pupuk limbah pembesaran maggot (MA, 2021)

Sampah rumah tangga dan pasar kemudian dipisahkah, yang organic diolah menjadi pupuk dan pakan maggot sedangkan anorganik seperti plastic, beling kaca diangkut ke TPA. Upaya yang dilakukan oleh kawan-kawan BUMDes Karya Bakti Bersama yang didampingi oleh Yayasan Mitra Aksi  ini sudah bisa mengurangi tumpukan sampak yang banyak di TPA, karena sebagian sampah sudah bisa diolah dan dimanfaatkan di desa….(kreatif…!!!)   

Lalu bagaimana keuntungan secara ekonomi yang didapatkan dari kegiatan ini untuk BUMDes? kalau dampak lingkungannya sudah jelas, mereka berkontribusi besar dalam menurunkan penumpukan sampah di desa dan TPA yang menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Berikut ini akan kami sampaikan analisis kelayakan usaha budidaya maggot yang dilakukan BUMDes Karya Bakti Bersama Desa Pematang Lumut, analisis ini baru sampai kegiatan budidaya maggot, ternak lele dan sayuran organic dan berpotensi besar bisa meningkat dengan pengolahan produk lain dari budidaya maggot.


Penghasilan BUMDes tiap bulan dari usaha budidaya maggot ini bisa mencapai Rp. 9.331.000 dan ini belum termasuk dari biaya penghematan pakan ternak lele, karena pakan menggunakan maggot yang dibudidaya sendiri.

 

Ini salah contoh nyata yang dilakukan dalam mengurangi sampah. Seandainya saja seluruh desa di Indonesia Raya ini mempunyai inovasi dan kreatifitas seperti ini pasti bisa kita mendekati Zero Waste Management karena permasalahan sampah harus melibatkan semua pihak..Sampahmu adalah Masalahku hehehehe….!


Link Video Youtube Kegiatan Maggot (DOELAH CHANEL, 9 Maret 2021):

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/Ayc2KHQ5i-A" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

https://www.youtube.com/watch?v=Ayc2KHQ5i-A






Komentar

Postingan Populer